Aku tak lagi punya jalan!
Sekarang kau sudah benar-benar hilang.
Tanda semuanya percuma.
Mengapa harus begini akhirnya?
Aku yang hanya sisa sia-sia ini belajar tabah.
Mengemis pada Tuhan dalam setiap jumputan doa,
Meminta agar yang telah terberi tak mubazir,
biar nanti, air mata ini bisa berhenti banjir.
Rinduku yang entah dimana,
Meski kehilanganmu telah mengajarku banyak ketabahan
Aku masih setia pada satu harapan.
Semoga nanti, di suatu saat yang tepat,
Tuhan mengembalikan hatimu,
Membuatmu sekerasnya berusaha
Menjadikan milikku yang telah pernah mennjadi milikmu,
Milikmu yang telah pernah menjadi milikku,
Selamanya akan menjadi milik kita...
Sekarang kau sudah benar-benar hilang.
Tanda semuanya percuma.
Mengapa harus begini akhirnya?
Aku yang hanya sisa sia-sia ini belajar tabah.
Mengemis pada Tuhan dalam setiap jumputan doa,
Meminta agar yang telah terberi tak mubazir,
biar nanti, air mata ini bisa berhenti banjir.
Rinduku yang entah dimana,
Meski kehilanganmu telah mengajarku banyak ketabahan
Aku masih setia pada satu harapan.
Semoga nanti, di suatu saat yang tepat,
Tuhan mengembalikan hatimu,
Membuatmu sekerasnya berusaha
Menjadikan milikku yang telah pernah mennjadi milikmu,
Milikmu yang telah pernah menjadi milikku,
Selamanya akan menjadi milik kita...
